BIAWAK JALUR RAFTING DI BATU RAFTING

600340_3362014137740_736004336_nBegitu kaya akan flora pasti fauna juga, karena keberada antara flora dan fauna begitu erat kaitannya. Flora yang terjaga berarti vegetasi yang rimbun nan asri dan ini menjadi rumah bagi fauna yang endemik/asli sepadan sungai itu. Sepadan Sungai Brantas Desa Torongrejo Kec. Junrejo Kota Wisata Batu yang menjadi Jalur Rafting bagi Batu Rafting masih memiliki keeksotikan dalam flora dan fauna, sepadan Sungai nan asri dan rimbun menjadikan tempat bagi berkembang biaknya fauna. Salah satu yang sering dijumpai disini oleh pengunjung Rafting di Batu Rafting adalah sebangsa Reptil sungai atau biasa disebut Nyambik oleh penduduk desa setempat.

biawak di jalur batu rafting

Nyambik atau bahasa yang lebih familier adalah Biawak adalah termasuk kadal besar, suku biawak ( Varanidae ). Bayawak adalah sebutan untuk bahsa Sunda, Berekai dalam bahasa Madura, serta Monitor Lizard atau Goanna dalam sebutan Inggris. Bila melihat bentuk dari hewan ini bisa jadi akan mengingatkan kita pada hewan-hewan seperti Komodo atau bahkan Buaya. Secara fisik hewan-hewan ini hampir sama, bahkan akan sangat sulit untuk membedakan kalau tidak benar-benar mengerti secara spesifik perbedaannya. Kalau diibaratkan seperti manusia, biawak, tokek, kadal, komodo bahkan buaya adalah satu rumpun. Identitas satu rumpun diperoleh hewan ini dari rumpun reptil, melihat bentuk biawak siapapun pasti akan kaget. Sesungguhnya apa sih biawak itu ?. Seperti dijelaskan diawal bahwa BIAWAK / NYAMBIK adalah binatang yang masuk dalam kategori reptil, biawak masuk dalam golongan kadal raksasa. Biawak umumnya ditemukan atau dilihat secara tidak sengaja di jalur Rafting ini. Tetapi anda kan mudah menjumpai di sepada sungai ini karena kontur bertebing serta tanaman yang masih lebat menciptakan tingkat kelembaban yang tinggi dan dekat sekali dengan air adalah tempat yang ideal bagi biawak/nyambik. Biawak / Nyambik dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya memangsa hewan-hewan yang terhitung kecil, seperti serangga, yuyu atau kepiting kecil sungai, kodok, ikan, tikus dan lain-lain. Binatang ini mempunyai kemampuan dalam memanjat sehingga memungkinkan juga untuk memangsa burung. Biawak / Nyambik berkembang biak dengan cara bertelur, temperatur yang hangat akan membantu dalam penetasannya, makanya Biawak / Nyambik menutup telur-telurnya dengan pasir dan ranting serta daun kering guna meningkatkan suhu telurnya. Inilah yang menjadi daya tarik dan destinasi wisata alam di jalur Rafting di Batu Rafting. Ayohh… datang ke Kota Wisata Batu dan bergabunglah dengan Batu Rafting. Nikmati dan rasakan sendiri.

AYOHH RAFTING DI BATU RAFTING

Secara naluriah setiap manusia membutuhkan cara untuk merefresh / menyegarkan kembali jasmani ataupu rohaninya. Rafting di Batu Rafting adalah salah satu bentuk dari kegiatan itu. Secara umum kegiatan penyegaran refresing atau rekreasi dalam arti umumnya adalah kegiatan/pengalaman terencana dan sesuai dengan keinginan dari individu ataupun kelompok di waktu luangnya yang diharapkan dapat memberikan kepuasan dan kenikmatan sehingga dapat memberikan penyegaran baik jasmani maupun rohani,

 strat Batu Rafting

Rekreasi dapat dialakukan dalam dua artian tempat yaitu rekreasi diruang terbuka atau kegiata outdoor mis Arung Jeram / Rafting, Outbond, Hiking dsb dan rekreasi dalam ruang tertutup mis nonton film, kuliner dsb. Rafting di Batu Rafting adalah sarana rekreasi luar ruangan yang sangat komplit perpaduan antara kemampuan dan kerja tim. pemandangan sepadan yang eksotik dan alami akan menyegarkan mata dan pikiran pengunjung Rafting. Rute yang cukup panjang dan jeram yang menantang akan memberikan sensasi petualang Arung Jeram yang tidak kan terlupakan. Gabung dan buktikan sendiri di Batu Rafting.

Rafting di Batu

Rafting di Batu

ELANG BIDO JALUR ARUNG JERAM DI BATU RAFTING

12339416_459706997564634_2485850914122966858_oNuansa yang masih alami dan rindang sepadan Sungai Brantas Kota Batu sepanjang jalur Rafting di Batu rafting sangat memungkinkan untuk berkembang biaknya beberapa jenis satwa. Bahkan jenis-jenis satwa yang semakin jarang ditemui masih banyak dijumpai di sini. “klikkk…klikkkk..klikkkk” mungkin suara ini tidak begitu asing bagi telinga penduduk Desa Torongrejo Kec. Junrejo Kota Wisata Batu apalagi bagi Guide Batu Rafting. Begitu familiernya suara ini bagi Guide di Batu rafting, mereka pasti akan mendongak keatas atau melihat pucuk batang bambu serta rerimbunan pohon. Kadang suara ini juga menimbulkan rasa penasaran bagi pengunjung / tamu Arung Jeram di jalur Rafting di Batu Rafting. Suara ini berasal dari sejenis burung elang, Elang Bido Jali penduduk lokal menamainya. Crested Serpent Eagle / CSE adalah sebutan yang diberikan oleh pencinta burung pemangsa. Dengan ukuran tubuh yang sedang diantara spesies elang / 50 – 75 cm, rentang sayap 109 – 169 cm, berat tubuh antara 4,2 – 18 kg. Berwarna gelap dengan ciri-ciri ekor pendek dan menekuk keatasdan kedepan ( hampir mirip dengan Elang Jawa ), sayap sangat lebar dan berbuntuk bulat/membulat, membentuk huruf C dan terlihat membusur. Masuk dalam kerajaan Animalia, filum chordata, kelas aves, ordo accipitriformes, famili accipitridae, genus spilornes, spesies s. cheela, dengan nama latin Spilornes Cheela.

.elang bido dijalur rafting batu rafting

Elang ini sering terlihat bertengger diantara rerimbunan bambu dan pepohonan, makanan utama adalah ular, dengan kaki yang berwarna kekuningan serta cakar yang tajam sebagai senjata utama dalam berburu mangsa disamping paruh bengkok nan tajam. Sebagian penduduk percaya bahwa kaki kuning elang bido ini memiliki imun atau kekebalan terhadap bisa ular. Karena itu kadang Elang ini disebut Elang Ular  karena memiliki kekebalan terhadap bisa ular. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu diantara mata dan paruh. Pada saat terbang terlihat garis putih lebar dibagian ekor dan garis putih pada bagian pinggir belakang sayap. Elang Bido tidak sama dengan Alap-Alap yang dalam terbang kadang-kadang menyambar anak ayam. dengan badan yang relatif besar Elang Bido tidak mememiliki kemampuan seperti Alap-Alap yang memilki tubuh lebih kecil. Dengan tubuh yang relatif kecil kadang Alap-Alap lebih mudah melakukan pengintaian dan penyusupan di atas perkampungan dan menyambar anak ayam yang lengah.

SAFETY TALK di BATU RAFTING

safety talkSafety talk adalah sebuar prosedur dasar dalam melakukan arung jeram / rafting di Batu Rafting, hal ini sangat diutamakan pada provider/pelaku jasa wisata dalam Rafting. Dasar dari safetyn talk adalah hampir mayoritas tamu di arung jeram/rafting adalah orang yang awam dan tidak tahu sama sekali denga aktifitas water game ini. Safety talk memiliki arti pengenalan/ petunjuk dasar yang diberikan secara langsung pada saat sebelum melakukan kegiatan Rafting /Arung jeram. Di Batu Rafting yang ber Base Camp di Kampung Wisata Tani Temas / Jln Raya Wukir ( belakang Kantor Kelurahan Temas ) Kec. Batu Kota Wisata Batu, safety talk adalah prosedur dasar sebelum tamu turun ke sungai lokasi Rafting. Materi di safety talk adalah pengenalan jalur Rafting di Batu Rafting, pengenalan peralatan dalam aktifitas Rafting, teknik dasar dayung, aba-aba serta self rescue dalam ber-Arung Jeram di Batu Rafting. Panjang jalur yang akan dilalui peserta Arung Jeram di Batu Rafting kurang lebih sekitar 10 km, 34 jeram dan 4 jeram maskot. Dengan jalur yang relatif panjang ini safety talk sangat diperlukan karena durasi waktu yang relatif lama ( 3 jam ).
Pemahan dasar mutlak diperlukan karena hal ini juga cara dalam meminimalisasi trouble/cedera sehinga pengarungan ini dapat sesuai dengan harapan. Dalam aba-aba ada beberapa istilah atau instruksi, antara lain dayung maju. dayung mundur, stop dan boomm. Di dalam pengarungan hal ini mutlak dipatuhi oleh anggota / awak perahu. Istilah self rescue adalah cara seandainya tamu terlepas dari perahu karet ataupun perahu karet yang ditumpanginya terbalik ( Flip ). Boomm adalah aba-aba yang diberikan oleh kapten perahu/Guide Batu Rafting pada saat memasuki jeram-jeram maskot atau pada saat perahu karet mau membentur dinding batu. Posisi tubuh pada saat istilah atau instruksi boomm muncul sangat perlu. posisi tubuh diarahkan masuk ke dalam badan perahu karet dengan posisi agak terlentang dan berpegangan erat pada tali yang terdapat di pinggir badan perahu karet/ tertaut di D ring, hentakan pada saat boomm biasanya sangat kencang karena instruksi ini keluar dari guide Batu Rafting yang sudah paham dan mengerti betul karakter dari sungai Brantas. Guna menghindari benturan terutama pada anggota tubuh tamu didalam perahu penempatan dayung yang dibawa masing-masing tamu juga perlu menjadi perhatian. Dayung dipegang dengan satu tangan yang memegang tali dirapatkan pada sisi luar lambung perahu karet. Jangan sampai dayung diangkat keatas atau dimasukkan dalam badan perahu karena sangat rawan bagi penumpang perahu. demikian penjelasan singkat terkait safety talk di Batu Rafting…join usss… Ayohhh Rafting di Batu Rafting.

SENSASI RAFTING DI BATU RAFTING

Apabila kita membayangkan kata sungai yang terlintas dalam benak kita adalah sungai itu lebar atau sempit, alirannya cepat atau lambat, kemiringannya curam atau landai, berkelok-kelok atau lurus dan sebagainya. Dan bagi seseorang yang menggeluti Arung Jeram atau biasa disebut Rafting perlu lebih detail lagi dalam  mengenal sifat-sifat sungai karena hal ini berkaitan sekali dengan keselamatan dalam melakukan aktifitas tersebut diatas.

h

 

Sungai Brantas Kota Batu atau tepatnya diwilayah Desa Torongrejo Kec. Junrejo Kota Wisata Batu memiliki karakteristik berarus deras, berbatu-batu dan memiliki jeram dan gelombang. dengan pertimbangan tersebut. Batu Rafting memilih sungai ini sebagai jalur Arung Jeram / Rafting di Batu. Sebagai salah satu ODTW ( Obyek Daya Tarik Wisata ) minat khusus di Kota Wisata Batu, Batu Rafting dalam mengelolah jalur  Rafting  di Kota Batu ini sangat mengedepankan keamanan dan kenyamanan dalam pelayanannya. Daerah pertengahan dari keseluruhan Sungai Brantas ini mendapat tambahan debit air dari dua Sungai lainnya ( Sungai Kali Lanang dan Sungai Jurang Susuh ), arus utama terbentuk dengan menariknya sehingga amat menarik dan menantang untuk dijadikan alur Arung Jeram di Batu. bentuk sepadan sungai yang memiliki kemiringan ekstrim menjadi daya tarik pendukung dari keindahannya. saluran buang dari irigasi sawah membentuk air terjun mini dikanan kirinya. Tanaman sepadan yang masih asri menjadi tempat berkembang biaknya beraneka ragam jenis burung dan reptil.g

 

34 jeram, 4 jeram maskot ( Jeram Watu Pecah, Jeram Kacamat, Jeram Double Drop, Jeram Macan ) adalah tawaran yang di sajikan Rafting di Batu, menunggu untuk dinikmati. jarak yang relatif panjang ( 12 Km ) dengan durasi pengarungan 3 jam seakan menjadi waktu yang singkat karena keindahan dan asyiknya dalam menikmati adrenalin di jalur Rafting di Batu Rafting. Rest area Batu Rafting yang terletak ditengah jalur Arung Jeram Batu adalah tempat yang sangat nyaman dan asri, diiring gemericik air terjun mini setinggi 14 m dan disuguhi teh hangat serta pisang goreng dan tape goreng akan menimbulkan sensasi yang cukup unik dan menarik untuk dinikmati. Bergabung dalam Rafting di Batu Rafting benar-benar akan merasakan sebuah tantangan yang dibalut dengan keindahan alam dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan, kegembiraan dan kenangan.

 

ARUNG JERAM DI BATU oleh BATU RAFTING

 

12346758_10205335671699873_134801212_nSaat orang menyebut buah apel, minuman sari apel, keripik apel, udara sejuk, peson alam nan indah serta daerah pegunungan, pasti ingatannya akan tertuju pada Kota Wisata Batu. Shining Batu adalah salah satu ikon yang akan dibentuk di Kota ini. Shining Batu menjadi jargon Kota ini dalam menata dan mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu primadona pariwisata di Jawa Timur. Obyek dan daya tarik wisatanya sangat lengkap hanya menyisakan wisata bahari saja yang tidak ada di Kota Wisata Batu, hal inilah yang menjadi pembeda dengan Kota wisata Lainnya di Indonesia. Secara geografis, Kota di Propinsi Jawa Timur ini berada pada ketinggian antara 680 – 1700 dari permukaan laut, dengan luas wilayah 18.998 hektar are dan bersuhu antara 15-19 derajat celcius. Tepatnya sebelah Barat Kota Malang dengan jarak kurang lebih 19 km, jika bertolak dari Kota Surabaya perjalanan ke Kota Wisata Batu butuh waktu kurang lebih 2 jam. Dan mungkin salah satu Kota Wisata yang memiliki obyek wisata Rafting / Arung jeram di dekat jantung Kota. BATU RAFTING salah satunya, hanya berjarak kurang dari 2 km dari Alun-Alun Kota Wisata Batu. Arung Jeram di Batu rafting akan mendapatkan suatu pengalaman menarik yang dibalut dengan adrenalin .  Sepadan sungai Brantas yang eksotik dan alami sangat memanjakan mata. Keasrian tanaman sepadan Sungai Brantas yang didukung kontur sepadan yang bertebing-tebing akan menimbulkan sensasi beda pada saat mengarunginya. Fauna yang masih lengkappun akan menjadi nilai tambah pemandangan. Jeram yang banyak, sepadan sungai nan asri dan fauna yang masih banyak dijumpai menjadi nilai tawar yang lebih di jalur Rafting di Batu Rafting.

eArung Jeram di Batu Rafting menawarkan keindahan dan kealamian sepadan Sungai Brantas, 34 jeram, 4 jeram mascot, jarak pengarungan 10 km dan durasi pengarungan 3 jam akan memberikan pengalaman menarik serta memompa adrenalin .

Join us RAFTING di BATU RAFTING…..buktikan dan rasakan sendiri…….